FISIKA SMA NEGERI 3 BATU Gaya Lorentz Terdapat banyak alat listrik di sekitar kita yang menggunakan motor listrik untuk bekerja, seperti kipas listrik, bor listrik, dan mobil mainan. Jika motor listrik dibongkar, kita akan menemukan kumparan dan magnet permanen seperti pada gambar berikut; Motor Listrik Arus Searah Gambar di atas adalah gambar motor listrik setelah dibongkar, tutup belakangnya dibuka. Pada tutup belakang terdapat 2 sikat yang masing-masing terhubung dengan terminal tegangan A dan B. Tegangan dimasukkan melalui terminal dan sikat ini menuju kumparan. Setelah diberi tegangan, kumparan tersebut akan dialiri oleh arus listrik. Ketika arus listrik melewati medan magnet dari sepasang magnet permanen, maka arus listrik itu (kawat berarus listrik itu) terkena gaya magnet atau gaya Lorentz. Arah Gaya Lorentz tergantung pada arah arus listrik dan arah medan magnet. Misalkan, di dekat magnet kiri dikehendaki gaya Lorentz nya mengarah ke atas dan, sudah pasti agar berputar, g...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pertemuan 5
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
FISIKA SMA NEGERI 3 BATU
Pertemuan 5
A. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi dasar sebagai penyimpan muatan, di mana muatan yang tersimpan dalam kapasitor kemudian dapat dibuang atau dikosongkan. Pengisian dan pengosongan muatan tentu memerlukan waktu. Waktu tersebut akan semakin besar jika kapasitor dirangkai seri dengan sebuah resistor. Variabel waktu tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal: pewaktu (timer), permainan lampu kelap-kelip, pembangkit getaran atau osilasi medan listrik, filter suara (bass/treble) dalam sebuah penguat suara, atau jam digital. Untuk mengetahui struktur kapasitor bacalah Materi Listrik Statis halaman 13-17.
B. Cara membaca nilai kapasitansi sebuah kapasitor
Cara membaca kapasitansi sebuah kapasitor elektrolit sangat mudah, yaitu dengan mencari tulisan yang mengandung huruf-huruf seperti F, uF, mF, μF. Misalkan pada kapasitor berikut:
Nilai kapasitansi pada kapasitor di atas adalah 4700 μF atau 4700 mikro farad atau 4700 x $10^{-6}$ farad. Namun, oleh karena huruf Yunani "μ" mungkin sulit dituliskan pada label kapasitor atau pada skema rangkaian, biasanya diganti dengan huruf "u". Jadi, ada kalanya kita temui notasi 4700 uF yang berarti 4700 μF. Adapun angka "25 V" yang menyertai 4700 μF menunjukkan batas maksimum tegangan yang boleh dikenakan pada kapasitor tersebut. Jadi, jika kapasitor di atas diberi 26 V, maka ia akan menggembung atau meledak, dan itu artinya rusak, bahkan berbahaya oelh karena dampak dari ledakannya itu.
B.2 Kapasitor Non Elektroit
Nilai kapasitansi pada kapasitor non elektrolit dapat dilihat dengan mencari tulisan seperti yang diberi garis biru terang pada gambar berikut:
Secara garis besar, cara membaca kapasitansi pada kapasitor non elektrolit adalah:
Nilai kapasitansi pada kapasitor ditulis dengan format $n_{0}n_{1}n_{2}$ pF
Nilai kapasitansi dirumuskan:
Jadi, jika bertuliskan 153, maka itu berarti C = ((1 x 10)+5) x $10^3$ pF = 15000 pF = 15 nF.
dan jika bertuliskan 22, maka itu berarti C = ((2 x 10)+2) x $10^0$ pF = 22 x 1 pF = 22 pF.
C. Tambahan: Cara membaca gelang warna resistor
Resistor atau penghambat berfungsi untuk menentukan kuat arus listrik yang lewat pada suatu penghantar dalam rangkaian listrik (elektronik). Batasan kuat arus tersebut diperlukan dalam suatu rangkaian elektronik bukan hanya untuk mengamankan komponen lain tapi bisa juga untuk membuat suatu permainan arus listrik, seperti pada lampu kelap-kelip, jam digital, dan komputer. Dalam memainkan arus litrik tersebut biasanya resistor digandengkan dengan kapasitor.
Sebagaimana pada kapasitor, pada komponen elektronik yang lain, seperti resistor ini pasti tertera identitas dari komponen tersebut. Identitas resistor adalah nilai resistansi (hambatan) dari resistor tersebut yang biasanya dicantumkan dalam bentuk gelang-gelang warna. Cara membaca gelang-gelang warna adalah sebagai berikut:
Perlu diketahui bahwa istilah "toleransi" di atas memiliki arti "jaminan", jaminan bahwa nilai sebenarnya adalah di antara (nilai pada label - (toleransi x nilai pada label)) sampai dengan (nilai pada label + (toleransi x nilai pada label)). Misal: nilai pada label adalah 1kΩ dan toleransinya adalah 5%. Itu berarti dijamin bahwa nilai yang sebenarnya adalah di antara (1000Ω - (1000Ω x 5%)) sampai dengan (1000Ω + (1000Ω x 5%)) atau antara (950Ω sampai dengan 1050Ω). Adapun resistor yang banyak dijual di Indonesia adalah resistor model 3 dengan toleransi 5% (gelang toleransi warna emas).
Saran/Peringatan:Kerjakan dengan laptop karena yang boleh dipuload dalam Google Form di atas hanya form excel LKS Kapasitor, jika dikerjakan dengan ponsel maka berpotensi bermasalah.
Skema percobaan pada video adalah:
Keterangan:
Percobaan di atas adalah percobaan pengisian dan pengurasan kapasitor melalui resistor dengan nilai tertentu. Kapasitor diisi muatan dengan baterai. Ketika baterai dilepas, kapasitor otomatis terkuras, muatan listriknya mengalir dari kutub positifnya ke kutub negatif kapasitor tersebut melalui resistor R. Besarnya resistansi resistor divariasi dengan mengubah posisi ujung X ke titik A, B, atau C. Jika ditaruh di A, maka R = 10 kΩ. Jika ditaruh di Β, maka R = 20 kΩ. Jika ditaruh di C, maka R = 30 kΩ.