FISIKA SMA NEGERI 3 BATU Gaya Lorentz Terdapat banyak alat listrik di sekitar kita yang menggunakan motor listrik untuk bekerja, seperti kipas listrik, bor listrik, dan mobil mainan. Jika motor listrik dibongkar, kita akan menemukan kumparan dan magnet permanen seperti pada gambar berikut; Motor Listrik Arus Searah Gambar di atas adalah gambar motor listrik setelah dibongkar, tutup belakangnya dibuka. Pada tutup belakang terdapat 2 sikat yang masing-masing terhubung dengan terminal tegangan A dan B. Tegangan dimasukkan melalui terminal dan sikat ini menuju kumparan. Setelah diberi tegangan, kumparan tersebut akan dialiri oleh arus listrik. Ketika arus listrik melewati medan magnet dari sepasang magnet permanen, maka arus listrik itu (kawat berarus listrik itu) terkena gaya magnet atau gaya Lorentz. Arah Gaya Lorentz tergantung pada arah arus listrik dan arah medan magnet. Misalkan, di dekat magnet kiri dikehendaki gaya Lorentz nya mengarah ke atas dan, sudah pasti agar berputar, g...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Pertemuan 4
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
FISIKA SMA NEGERI 3 BATU
Pertemuan 4
Listrik Statis pada Semua Benda
Kita dapat menyalakan lampu, TV, kulkas, peralatan listrik lainnya tentu saja kerena ada muatan listrik yang mengalir melalui alat-alat listrik tersebut. Sekarang dari mana asalnya muatan listrik tersebut? Apakah muatan listrik berasal dari baterai saja, ataukah juga dari kabel, ataukah juga dari dalam alat-alat listrik tersebut? Sebenarnya muatan listrik ada di mana-mana karena setiap benda, baik konduktor listrik maupun isolator listrik, tersusun dari butiran-butiran atom, dan sebutir atom terdiri dari proton-proton dan elektron-elektron. Proton adalah muatan listrik positif dan elektron adalah muatan listrik negatif. Jadi, yang mengalir melewati alat-alat listrik adalah muatan-muatan listrik (elektron-elektron) di sepanjang rangkaian, mulai dari baterai, kabel, hingga alat, sampai kembali ke baterai lagi.
Catatan: Perlu diingat bahwa aliran listrik dalam kabel sebenarnya adalah aliran elektron, bukan aliran proton. Dengan begitu, sebenarnya arah aliran muatan listrik di dalam kabel adalah dari kutub negatif ke kutub positif. Namun, oleh karena sebelum diketahui hal ini, orang sudah mengira atau berasumsi bahwa yang mengalir adalah muatan positif dan oleh karenanya arah arus listrik di dalam kabel dianggap dari positif ke negatif, dan segala perhitungan praktis rangkaian listrik disusun atas asumsi ini, maka asumsi ini, yaitu bahwa aliran listrik dalam kabel adalah aliran proton, tetap dipertahankan agar mudah dalam membuat berbagai prediksi dan analisis dalam kelistrikan.
Melihat kenyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa semua benda berpotensi untuk bermuatan listrik. Untuk melihat bukti tersebut, silahkan lihat video berikut.
Listrik statis adalah bahasan fisika yang mempelajari berbagai besaran kelistrikan dalam sebuah atau beberapa muatan listrik yang diam. Jika besaran-besaran listrik statis tersebut ada pada muatan diam, maka pastilah besaran-besaran tersebut ada pula pada muatan listrik yang bergerak. Jadi besaran-besaran listrik statis merupakan dasar tinjuan terhadap berbagai kasus listrik, baik itu yang melibatkan muatan listrik diam maupun muatan listrik bergerak. Besaran-besaran listrik statis tersebut adalah:
muatan listrik (q), bersatuan coulomb (C)
gaya listrik atau gaya Coulomb (F), bersatuan newton (N)
kuat medan listrik (E), bersatuan newton per coulomb (N/C)
energi potensial listrik (Ep), bersatuan joule (J)
potensial listrik (V), bersatuan volt (V)
Untuk mempelajari besaran-besaran listrik tersebut, silahkan unduh dan baca materi berikut: